Namun hal buruknya dari fenomena ini banyak dari warga Sagaranten yang beralih profesi yang tadinya dagang, ngojeg, berbisnis, nah sekarang kerjaan mereka hanya menggali tanah di sawah-sawah, ladang-ladang, dan di pasir-pasir. Dengan harapan mereka dengan menggali tersebut bisa mendapatkan sebuah batu yang di daerah kami disebut dengan ” BATU KONENG“. Yang saya amati dari kegiatan warga yang menggali ” BATU KONENG” ini, dan saya katakan ini banyak dampak negatifnya dari kegiatan menggali ini, pertama banyak waga yang menggali “BATU KONENG” ini tidak dapat “BATU KONENG” ini padahal mereka ( warga Sagaranten) bela-belaan ninggalin pekerjaan mereka selama ini, dengan harapan dengan menggali ” BATU KONENG” ini bisa dapat untung gede karena harga “BATU KONENG” ini lumayan mahal juga, harganya bervariasi sekali tergantung kepada kualitas ” BATU KONENG” ini, dimulai dengan haga / kg Rp500.000,00-Rp.3000.000,00. Kedua dampak negatif dari kegiatan menggali “BATU KONENG” ini adalah banyak warga warga yang menggali di tanah orang tanpa sepengetahuan dari pemilik tanahnya, akhirnya sering sekali ketika sedang menggali ketahuan sama pemilik tanhnya sampai bertengkar atau bahkan sampai berkelahi. Ketiga dampak negatif dari menggali “BATU KONENG” ini adalah karena banyak warga yang beranggapan ” BATU KONENG” ini ditunggui oleh mahluk halus,seperti Jin, jadi kalau ingin mendapatkan “BATU KONENG” ini, banyak warga yang melakkan ritual sebelum menggali, kaya membakar apel jin, menyan, ada juga yang menyembeli hewan peliharaan, seperti kambing dan ayam dengan semua ritual itu untuk penunggu “BATU KONENG ” tersebut, jelas dari hal itu saya berpendapat bahwa perbuatan tersebut adalah Musyrik karena memberikan sesuatu atau meminta kepada selain Allah adalah perbuatan Musrik. Naudzubillahimindzalik!!!!!!!!!!!!
Ide bisnis rumahan yang bisa dijalankan oleh berbagai status mulai dari karyawan, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan lain-lain.
Kamis, 13 Januari 2011
Gara-gara Batu Koneng Warga Sagaranten Banyak yg Kehidupannya Berubah
Akhir-akhir ini di daerah saya namanya “ Sagaranten“, banyak orang yang kehidupannya berubah maksudnya yang tadinya gak punya apa-apa, bisa dikatakan bisa makan saja sudah beruntung,nah sekarang mereka yang tadinya gak punya apa-apa itu, sekarang mereka bisa beli motor, HP baru, mobil , buka usaha baru dan lain sebagainya yang gak bakal saya ceritakan semua di sini.
Namun hal buruknya dari fenomena ini banyak dari warga Sagaranten yang beralih profesi yang tadinya dagang, ngojeg, berbisnis, nah sekarang kerjaan mereka hanya menggali tanah di sawah-sawah, ladang-ladang, dan di pasir-pasir. Dengan harapan mereka dengan menggali tersebut bisa mendapatkan sebuah batu yang di daerah kami disebut dengan ” BATU KONENG“. Yang saya amati dari kegiatan warga yang menggali ” BATU KONENG” ini, dan saya katakan ini banyak dampak negatifnya dari kegiatan menggali ini, pertama banyak waga yang menggali “BATU KONENG” ini tidak dapat “BATU KONENG” ini padahal mereka ( warga Sagaranten) bela-belaan ninggalin pekerjaan mereka selama ini, dengan harapan dengan menggali ” BATU KONENG” ini bisa dapat untung gede karena harga “BATU KONENG” ini lumayan mahal juga, harganya bervariasi sekali tergantung kepada kualitas ” BATU KONENG” ini, dimulai dengan haga / kg Rp500.000,00-Rp.3000.000,00. Kedua dampak negatif dari kegiatan menggali “BATU KONENG” ini adalah banyak warga warga yang menggali di tanah orang tanpa sepengetahuan dari pemilik tanahnya, akhirnya sering sekali ketika sedang menggali ketahuan sama pemilik tanhnya sampai bertengkar atau bahkan sampai berkelahi. Ketiga dampak negatif dari menggali “BATU KONENG” ini adalah karena banyak warga yang beranggapan ” BATU KONENG” ini ditunggui oleh mahluk halus,seperti Jin, jadi kalau ingin mendapatkan “BATU KONENG” ini, banyak warga yang melakkan ritual sebelum menggali, kaya membakar apel jin, menyan, ada juga yang menyembeli hewan peliharaan, seperti kambing dan ayam dengan semua ritual itu untuk penunggu “BATU KONENG ” tersebut, jelas dari hal itu saya berpendapat bahwa perbuatan tersebut adalah Musyrik karena memberikan sesuatu atau meminta kepada selain Allah adalah perbuatan Musrik. Naudzubillahimindzalik!!!!!!!!!!!!
Namun hal buruknya dari fenomena ini banyak dari warga Sagaranten yang beralih profesi yang tadinya dagang, ngojeg, berbisnis, nah sekarang kerjaan mereka hanya menggali tanah di sawah-sawah, ladang-ladang, dan di pasir-pasir. Dengan harapan mereka dengan menggali tersebut bisa mendapatkan sebuah batu yang di daerah kami disebut dengan ” BATU KONENG“. Yang saya amati dari kegiatan warga yang menggali ” BATU KONENG” ini, dan saya katakan ini banyak dampak negatifnya dari kegiatan menggali ini, pertama banyak waga yang menggali “BATU KONENG” ini tidak dapat “BATU KONENG” ini padahal mereka ( warga Sagaranten) bela-belaan ninggalin pekerjaan mereka selama ini, dengan harapan dengan menggali ” BATU KONENG” ini bisa dapat untung gede karena harga “BATU KONENG” ini lumayan mahal juga, harganya bervariasi sekali tergantung kepada kualitas ” BATU KONENG” ini, dimulai dengan haga / kg Rp500.000,00-Rp.3000.000,00. Kedua dampak negatif dari kegiatan menggali “BATU KONENG” ini adalah banyak warga warga yang menggali di tanah orang tanpa sepengetahuan dari pemilik tanahnya, akhirnya sering sekali ketika sedang menggali ketahuan sama pemilik tanhnya sampai bertengkar atau bahkan sampai berkelahi. Ketiga dampak negatif dari menggali “BATU KONENG” ini adalah karena banyak warga yang beranggapan ” BATU KONENG” ini ditunggui oleh mahluk halus,seperti Jin, jadi kalau ingin mendapatkan “BATU KONENG” ini, banyak warga yang melakkan ritual sebelum menggali, kaya membakar apel jin, menyan, ada juga yang menyembeli hewan peliharaan, seperti kambing dan ayam dengan semua ritual itu untuk penunggu “BATU KONENG ” tersebut, jelas dari hal itu saya berpendapat bahwa perbuatan tersebut adalah Musyrik karena memberikan sesuatu atau meminta kepada selain Allah adalah perbuatan Musrik. Naudzubillahimindzalik!!!!!!!!!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar