Selasa, 25 Januari 2011

ORANG SUNDA HARUS JADI PEMIMPIN INDONESIA!!!!!

       
Saya sebagai orang asli yang berdarah sunda bisa dikatakan iri juga, tapi yang lebih tepatnya ini sebuah motifasi bagi saya dan tentunya orang yang mengaku berdarah sunda pada umumnya. Sampai sekarang para pemimpin negeri ini atau presiden Indonesia belum ada orang yang asli berdarah Sunda, mulai Presiden pertama, yaitu Soekarno, trus Soeharto, K.H Abdurrahman Wahid alias Gusdur, Megawati Soekarno Putri, kemudian presiden yang sekarang, yaitu Soesilo Bambang Yudoyono atau yang dikenal dengan sebutan SBY, beliu-beliau tersebut adalah presiden Republik Indonesia yang berdarah Jawa. Hanya satu Presiden Republik Indonesia yang bukan berdarah Jawa, yaitu B.J. Habibie, beliau adalah Presiden Repubik Indonesia yang berdarah Bugis, bisa disimpulkan berarti kebanyakan Presiden Republik Indonesia adalah berdarah Jawa sebanyak 5 presiden dan 1 orang presiden berdarah bugis dan yang saya amati pejabat tinggi di negeri ini( Indonesia ) kebanyakan adalah orang-orang yang berdarah jawa, mulai dari menteri, ketua MPR, ketua DPR, KAPOLRI, Ketua MK, dan posisi jabatan penting lainnya, akhirnya saya berpikir sebagai orang berdah sunda asli, ko bisa seperti itu?????? Apakah orang Sunda tidak bisa jadi pemimpin??????? Tapi ketika saya berusaha menjawab sendiri pertanyaan saya, saya menjawab, orang Sunda mampu menjadi seorang pemimpin karena kita sebagai seorang sunda punya potensi yang sama dengan orang berdarah Jawa ataupun suku lainnya untuk jadi seorang pemimpin yang kita butuhkan sebagai orang Sunda hanya sebuah  impian,kemauan, keberanian, dan yang pastinya disertai dengan kemampuan juga untuk jadi seorang pemimpin, bicara masalah kemampuan namanya kemampuan itu bisa kita latih ataupun diasah dengan berbagai cara.
Prinsip yang selalu salah yang selalu menjadi dasar pemikiran orang-orang Sunda dan emang prinsip ini selalu terus diwariskan oleh orang tua kita sebagai orang Sunda kepada anak-anaknya yang tentunya sikap ini akan membentuk pola fikir kita untuk tidak jadi seorang pemimpin besar, saya mulai ambil prinsip-prinsip yang terus diwariskan oleh orang tua kita, contoh : “ Makan gak Makan yang Penting Kumpul “ aplikasinya dari prinsip ini dalam kehidupan orang Sunda, banyak anak yang tinggal dengan orang tua meskipun sudah berkeluarga ataupun gak serumah tapi tetep rumahnya deket dengan orang tua, mereka beranggapan kalau deket dengan orang tua kalau misal orang tua sakit gampang untuk merawat, saya kira bagus lah hal ini menurut  karena membantu orang tua, tapi yang saya amati dan banyak terjadi karena deket dengan orang tua banyak hal yang kurang bagus, misalnya karena deket dengan orang tua jadi tidak punya sikap mandiri kerjaannya minta terus sama orang tua meskipun sudah berkeluarga, jadi mana kita sebagai orang Sunda untuk jadi seorang pemimpin besar kalau prinsip ini selalu kita mewariskan turun temurun kepada anak cucu kita karena seorang pemimpin itu harus mempunyai sikap mandiri mulai sejak dini tidak banyak menyusahkan orang lain termasuk orang tua kita.

Tidak ada komentar: